BANGKINANG KOTA — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kampar menggelar Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA PKP) dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar kegiatan ini di ikuti jejeran terkait di aula BAPPEDA Kampar.Rabu,(28/10/2026)
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Perkim Kabupaten Kampar, Rusdi Hanip, S.T., M.T., diwakili oleh Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Andry Briliansyah, S.T., M.T. Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Refizal, S.STP., M.IP., diwakili oleh Lisa Novianti, Kasi Pengolahan Sampah. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., diwakili oleh Abdul Kadir, S.KM., Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga.
Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung pembangunan serta penataan kawasan permukiman yang layak, sehat, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Kampar.
Dalam pemaparannya, Lisa Novianti menyampaikan materi mengenai pengelolaan persampahan, meliputi pentingnya penanganan sampah secara terencana, peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan kawasan permukiman yang bersih dan tertata.
Pengelolaan persampahan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan kawasan permukiman karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang berkelanjutan untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk di kawasan permukiman yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, Abdul Kadir menyampaikan pembahasan mengenai sanitasi lingkungan dan pengelolaan jamban masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil maupun kawasan permukiman di tepian sungai.
Pembahasan tersebut menitikberatkan pada pentingnya akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak, aman, dan sehat, termasuk ketersediaan jamban yang memenuhi persyaratan kesehatan. Kondisi sanitasi yang belum memadai perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Kawasan permukiman di daerah terpencil dan sepanjang tepian sungai memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan fasilitas sanitasi. Melalui koordinasi lintas sektor, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan akses sanitasi layak sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah domestik yang tidak sesuai ketentuan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Andry Briliansyah, S.T., M.T., melalui kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antarperangkat daerah dalam menangani berbagai persoalan kawasan permukiman. Permasalahan persampahan dan sanitasi tidak dapat ditangani secara terpisah, tetapi membutuhkan perencanaan dan kerja sama yang terpadu agar penanganannya tepat sasaran.
Melalui Rapat Koordinasi POKJA PKP ini, Dinas Perkim Kabupaten Kampar berharap terbangun kesamaan persepsi, penguatan koordinasi, serta langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas kawasan permukiman, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil dan kawasan tepian sungai.
Sinergi antara Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan permukiman yang bersih, sehat, tertata, dan layak huni, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Kampar.
(HMRN/PERKIM)
